Tuesday, April 30, 2019

MA'RIFAT CINTA /16/

https://www.facebook.com


Sri Wintala Achmad
Ketika Menyaksikan Tari Kuntulan

Rebana menghentak-hentak. Tembang yang dilantunkan oleh seorang sinden, semagis mantram pengundang roh-roh dari negeri paling gaib. Roh-roh yang menyerupai sekawanan kuntul berbulu kapas. Merasuk ke dalam setiap jiwa sehampa ruangan goa di kaki Bukit Somawana. Sekelam kejahiliyahan Rahwana yang mengkhalalkan segala cara dengan mengatasnamakan cinta.

Penari-penari bergerak seiraman tepak kendang yang selalu berujung pada gaung gong. Membentuk lingkaran seperti sekawanan kuntul yang tengah menggantang harap di langit terpuncak. Tentang berulangnya kejayaan Ayodia ketika zaman Semar. Dimana kawula dan gusti serupa sepengantin warna zin-yang. Sebelum dinodai Shinta yang menggadaikan cinta Rama ke Negeri Alengka.

Banyuwangi-Cilacap, 15072014

MA'RIFAT CINTA /15/

http://ajiraksa.blogspot.com


Sri Wintala Achmad
Legenda Cinta Negeri Lemah Dewani

/1/
Sejak Bandung mengutuk Jongrang menjadi arca
Cinta sekadar dipuja orang-orang purbani
Bukan dengan dupa dan bunga telon, selain
Darah cacahan jantung di ujung pisau dendam

/2/
Sejak Mendut bela pati pada Pranacitra
Cinta tak dipahami sebagai gerimis di musim kemarau
Yang mengubah tanah coklat sebagai ladang hijau
Selain padang petaka bagi anak-anak masa depan

/3/
Sejak Tarup mencuri selendang Wulan
Cinta bukan lagi jalinan seekor kupu dan bunga
Namun hanya lolongan serigala atas purnama
Yang gemanya tersapu angin sebelum fajar

Cilacap, 26022012

MA'RIFAT CINTA /14/

https://ms.pngtree.com


Sri Wintala Achmad
Gadis Kecil dan Balonnya

Seorang gadis kecil menangis
Balonnya terlepas dari genggaman tangan

Seorang gadis kecil menangis
Mimpinya membumbung tanpa juntrung

Seorang gadis kecil menangis
Kehilangan mimpi dan dirinya

Cilacap, 2012-2013

Wednesday, April 24, 2019

MA'RIFAT CINTA /13/

http://aceh.tribunnews.com

Sri Wintala Achmad
Memandang Purnama dari Batas Kota
Kepada NS

Purnama pada ambang pagi
mengingatkanku akan wajahmu
saat termangu di batas kota
di mana kau dan aku
senasib Nawang dan Jaka
berpisah seusai panen raya

Tak lagi ada gairah dalam rumah
tempat kau dan aku pernah berbagi
secangkir duka sepiring suka
hingga kita serupa lampu dan cahaya
tak terpisahkan saat gelita
kian terjalin dalam genggam matari

Menunggumu di batas kota
bagiku sangat menggairahkan
namun aku mulai bimbang
sungguhkah purnama kelak
membawa gambarmu yang terkubur
pada lapisan waktu paling dasar?

Cilacap, 25042019

Monday, April 22, 2019

MA'RIFAT CINTA /12/

http://cerita-inspirasi.kampung-media.com


Sri Wintala Achmad
Kepada Orang-Orang Tercinta

Kepada Ibrahim
Kau belajar melepaskan dendam
Pada amuk Namrud
Hingga api tak menyentuh tubuhmu

Kepada Musa
Kau belajar membelah lautan
Dengan tongkat cinta
Hingga tersingkaplah rahasia
:Fir'aun hanya sebusa kecongkakan
Berakhir pecah di bibir pantai

Kepada Muhammad
Kau belajar memintakan surga pada Tuhan
Atas orang-orang yang
Memberaki masjid hatinya sendiri
Hingga tergenapilah kebahagiaan
Merekahkan flamboyan di musim kemarau

Indonesia, 2013

MA'RIFAT CINTA /11/

Sembahyang Anak Karang

Sungai yang mengalir dari merapi ke laut selatan
Mengingatkan cinta ayah kepada ibuku
:Bermula dari pandangan pertama

Muara yang mekar seperti rahim ibu
Mengingatkan asalku, sebelum
Terlahir sebagai anak karang

Badai yang mengocok laut semalam
Mengingatkan kepada sang guru
:Mengajarkan kedewasaan di balik petaka

Sebiru laut selatan sebiru merapi
Sekadar isyarat yang kutangkap, bahwa
Cinta telah mengalir bersama darah dan nafas
Dalam neng-ning-nung-nang sembayang

Cilacap, 2013

MA'RIFAT CINTA /10/

https://thegorbalsla.com

Sri Wintala Achmad
Amsal Alif
Pro: Sunan Kalijaga

Serupa tongkat yang ditancapkan
Alif mengajarkan rahasia puncak langit
Dimana Tuhanmu meniupkan napas kun
Bersama gerimis pertama di ujung kemarau

Dalam sembahyang lotus, matamu terpejam
Agar hati menangkap cahaya dalam gelap malam
Hingga tersingkaplah inti dari alif yang
Tak terletak di ujung atau pangkalnya

Seusai dibangunkan matahari dari tidur
Di depanmu, lelaki berjubah kabut tegap berdiri
Dengan telunjuk sebentuk alif diacungkan ke langit
Dialah bayanganmu sendiri yang tersesat di kampung mimpi

Cilacap, 2013

Tuesday, April 16, 2019

MA'RIFAT CINTA /9/

http://yogyakarta.panduanwisata.id


Sri Wintala Achmad
Sendang Jatiningsih 
[Dari Kenangan yang Tersingsal]

Selembar daun jati
Melayang jatuh ke kali
Sebagaimana usiamu
Terseret arus nyangkut di batu

Separuh lilin masih menyala
Cahayanya sekilau mata Maria
Namun kenapa kaumenangis
Saat tart belum teriris

Sebelum pulang sepagi itu
Wajahmu tak lebih langit kelabu
Tak ada angin meninggalkan pesan
Bunga-bunga telah mekar di jambangan

Cilacap, 25052012

MA'RIFAT CINTA /8/

http://jogja.tribunnews.com

Sri Wintala Achmad
Borobudur
                                         
Kamadatu
Dengan empat kuda kaulajukan kereta
Menyinggahi kota demi kota yang
Berlulurkan cahaya lampu-lampu
Secerlang 1001 purnama

Dari ujung satu ke ujung lain mata angin
Telah kaurambah seluas-luas rimba
Hingga halaman rumah orang-orang kudus
Sebelum kota-kota terbakar di hari huru-hara

Rupadatu
Bagaikan seorang kusir yang
Telah menjadi tuan bagi empat kudanya
Kaulajukan kereta di jalan tengah
Bukan jalan syetan pun jalan pertapa
Menuju negeri qalbu, dimana
Orang-orang belajar kearifan teratai
Merekah di kolam berlumpur
Hening di bawah terik matahari

Arupadatu
Senja yang turun di perbatasan kota
Sekadar isyarat waktu pulang, dimana
Kautanggalkan jubah seputih kafan
Di altar persembahan, sebelum
Memasuki rumah keabadian
: Serupa stupa kabut

Cilacap, 21052012

MA'RIFAT CINTA /7/

http://poskota.co/nasional


Sri Wintala Achmad
Malam Purnama di Candi Prambanan

/1/
Setangkup tapak tangan dengan ujung ke langit
Wajah menghadap ke timur sebagai kiblatnya
Tempat ibumu membuka jalan ke rahim goa
Bagi seorang pengembara yang
Membawa sekendi air dari inti samudra

/2/
Mata terpejam, adjnya berpijar di langit keenam
Warnanya mengingatkan rahasia bianglala
Sebentang jembatan ogal-agil yang
Bakal mengantarkanmu di gerbang istana
Sebelum mengenakan mahkota sebentuk piramida

/3/
Bagai di puncak pendakian Mahameru
Telah kaulukiskan sujud matahari
Lewat cahaya dari sembilan purnama
Hingga sempurnalah sabda sang guru
Saat malam menyibak kabut di ujung fajar

                                                                                                      Cilacap, 15052012

MA'RIFAT CINTA /6/

https://www.yogyes.com


Sri Wintala Achmad
Masjid Agung Mataram

Merunduk pepohonan gandik di naungan bulan
Sebentuk alif yang kau sujudkan di lantai masjid
Sesudah siang serupa raksasa mabuk
Dalam pesta angin musim hujan

Napas masih kau alirkan seirama dzikir
Hinga alif membentuk huruf ya'
Yang mengingatkan tentang gambar angsa
Berenang di telaga ma'rifat

Saat jam dinding mengingatkan akan fajar
Bergegas kau tinggalkan masjid
Menuju rumah, dimana Kekasihmu
Bakal menyambut dengan bunga matahari

Cilacap, 2013

Tuesday, April 9, 2019

MA'RIFAT CINTA /5/

https://fineartamerica.com

Sri Wintala Achmad
Alif-Lam-Mim
Pro: Rumi

Alif – jejantung peparuku yang
Mengalirkan darah dan napas mantra
: “Aku jroning Ingsun, Ingsun jroning aku…”

Lam – guru yang datang dari langit
Mengajarkanku tentang ilmu kelelawar
: Membaca cahaya di balik gelita rahim gua

Mim – sebijih nur di inti kening
Sepijar bintang panjer esuk bagiku
: Nahkoda yang berlayar hingga pelabuhan

Cilacap, 2013

MA'RIFAT CINTA /4/

http://www.awaken.com


Sri Wintala Achmad
Kepada Guru Rumi

Pada serakan buku-buku tua
Lama sudah aku mencari namamu
Wahai penyair agung yang
Menjadikan puisi sebagai jembatan gaib
Menuju puncak langit awang-uwung

Sekian masa, aku tak dengar sajak-sajakmu yang
Digetarkan sealunan lengking seruling
Dari anak-anak gembala di padang sufi
Hingga terbangkitkan jiwa-jiwa dari dasar kubur
: Lama terninabobokan mimpi bianglala

Belum lelah, aku mencari-cari namamu
Wahai penyair abadi di lipatan-lipatan waktu yang
Selalu menghabiskan malam dengan dzikir dan tarian
Sebelum subuh mengisyaratkan sang Kekasih telah tiba
Dengan membawa setangkai tulip putih

Cilacap, 2013

Monday, April 8, 2019

MA'RIFAT CINTA /3/

http://pontianak.tribunnews.com


Sri Wintala Achmad
Terzina Cinta

/1/
Betapa lama aku menunggumu
Kekasih dalam mimpi indahku yang
Tersapu angin ketika fajar

/2/
Aku tangkap gelombang di dadamu
: Lautan yang mengajarkanku
Tentang rahasia cinta

/3/
Matahari yang mengalir di sungai waktu
Serupa kau yang membakar bekuan harapan
Sesudah malam tak ubah lautan es

/4/
Langit biru, puisi yang kautulis buatku
Ketika matahari bakal pulang
Ke ranjang malam

Cilacap, 2013

MA'RIFAT CINTA /2/

https://1esa1.wordpress.com

Sri Wintala Achmad
Trilogi Marifat Cinta

/1/
Mensujudkan alif sebentuk ya’
Sebagaimana Musa di kaki Thursina
Seusai menyempurnakan kepongahan Fir’aun
Dengan sebatang tongkat cinta

/2/
Mengalirkan alif melalui sungai Lam
Menuju muara Mim, agar
Terpahami perkawinan hulu dan hilir
: Cinta yang menjadi sampan Nuh di lautan

/3/
Menikahkan alif dan lam di Baitullah
Sebagaimana Muhammad yang
Menyatukan cahaya dengan lampu-Nya
Hingga cinta menemukan ma’rifatnya

Cilacap, 2013