![]() |
| https://wahyunugraharuslan.files.wordpress.com |
Sri Wintala Achmad
Elegi Cinta Putri
Pembayun
[1]
Menuruni
undakan sendang
Pembayun
melepas tali kotang
Tubuh
berbalut jarik kawung
Rambut
bercunduk bunga bakung
Bersimpuh
di dasar sendang
Air
berkeriapan setinggi leher jenjang
Usai
menutup sembilan lubang angin
Pembayun
mengristalkan segala rasa ingin
[2]
Nong-neng-nong-neng-nong-gung
Pembayun
menari di prapatan lurung
Tepak
kendang batangan menghentak-hentak
Tepuk
tangan lelaki sembari bersorak galak
Dari
satu kampung ke lain kampung
Tak
lelah meniti jalan s’rasa tak berujung
Hingga
sampai di desa Mangir
Pembayun
berkenan mampir
[3]
Di
ranjang kelon sehabis bercinta
Pembayun
bisikan rahasia pada Wanabaya
:
“Kanda, akulah ledhek dari Kasihan
Putri
Mataram si burung pikatan.”
Sambil
beranjak, Wanabaya tertawa lepas
Tak
ada amarah tak ada rasa was-was
“Pikat
hatiku dengan sayap emasmu, Dinda
Meski
sangkarmu dijaga seekor kobra.”
[4]
Di
hadapan Senapati
Pembayun
haturkan sembah bakti
Menyerahkan
darma dengan darah cinta
Menciprat
di batu gilang seharum wijayakusuma
Matahari
layung di ambang senja
Sukma
membumbung bak merpati berbulu mega
Dalam
hening, Pembayun tengadahkan wajah gulana
:
“Tunggulah aku, Kanda! Di gerbang taman surga.”












