Sri Wintala Achmad
KEPADA PEREMPUAN
YANG TERPEROSOK DI LUBANG JALAN
Wajah
yang basah air mata
Mengingatkanku
pada bebunga seusai hujan
Tertunduk
dalam pasungan duka masa silam
Ketika
musim kering merontokkan mimpi kecilnya
Akan
bianglala yang melengkung di atas sungai
Tubuh
yang berbaring gelisah di ranjang
Mengingatkan
pada jembatan bambu
Dengan
satu ujung terpaut pada pagi berawan
Ujung
lainnya mengait pada harapan
Akan
kebirujinggaan langit ambang senja
Langkah
yang terhenti di batas kota
Mengingatkanku
pada seorang perempuan
Dengan
pandangan tajam lurus ke depan
Namun,
sepasang kakinya masih terperosok
Di
lubang jalan galiannya sendiri
Cilacap,
18102017

No comments:
Post a Comment