Sunday, March 24, 2019

NARSIS /11/

https://bjorkbloggen.files.wordpress.com

Sri Wintala Achmad
SURAT TERAKHIR PADA SUM

Masih ingatkah puisi cinta Suta dan Sum yang tersimpan di bawah bantal tidurmu? Cinta yang berawal dari messenger hingga berujung pada kisah layang-layang terputus dengan benangnya. Cinta yang tajamnya melampaui cakram matahari. Memenggal batang mimpi indahmu ketika datang fajar.

Barangkali kau masih ingat tentang penyair yang memerankan Wisrawa di hadapan Sukesih. Mengajarkan sastra jindra di ruang rahasia dengan berbait-bait sajak. Hingga kau yang sekejap terbuai berakibat sepasang tanganmu terjerat tali lawe. Sepedih pesakitan yang akan dikorbankan di depan meja pengadil.

Sebelum membuka jendela untuk menyaksikan langit jingga. Bacalah ulang puisi cinta Suta dan Sum, kisah asmara Wisrawa dan Sukesih! Agar kau tak senasib kancil tolol yang terperdayai perangkap emas seorang petani. Sampai segayung air matamu tak cukup menebus cinta yang kaupertaruhkan di meja judi.

Jauh sebelum matahari pulang ke sarang malam. Pulanglah ke rumah cinta yang pernah kaubangun dengan pacar lamamu. Itulah Suta. Kekasih tak bersyarat yang segera membawamu terbang ke langit lapis ketujuh. Tempat di mana Adam dan Eva menyetubuhkan dua hati melalui ranum khuldi.

Cilacap, 10112017

No comments:

Post a Comment