![]() |
| https://bjorkbloggen.files.wordpress.com |
Sri Wintala Achmad
SURAT
TERAKHIR PADA SUM
Masih ingatkah puisi
cinta Suta dan Sum yang
tersimpan di bawah bantal tidurmu? Cinta yang berawal dari messenger hingga berujung pada kisah layang-layang terputus dengan benangnya.
Cinta yang tajamnya melampaui cakram matahari. Memenggal batang mimpi indahmu ketika
datang fajar.
Barangkali kau
masih ingat tentang penyair yang memerankan Wisrawa di hadapan Sukesih. Mengajarkan
sastra jindra di ruang rahasia dengan
berbait-bait sajak. Hingga kau yang sekejap terbuai berakibat sepasang tanganmu
terjerat tali lawe. Sepedih pesakitan
yang akan dikorbankan di depan meja pengadil.
Sebelum membuka
jendela untuk menyaksikan langit jingga. Bacalah ulang puisi cinta Suta
dan Sum, kisah asmara Wisrawa dan Sukesih! Agar
kau tak senasib kancil tolol yang terperdayai perangkap emas seorang petani. Sampai
segayung air matamu tak cukup menebus cinta yang kaupertaruhkan di meja judi.
Jauh sebelum
matahari pulang ke sarang malam. Pulanglah ke rumah cinta yang pernah kaubangun
dengan pacar lamamu. Itulah Suta.
Kekasih tak bersyarat yang segera membawamu terbang ke langit lapis ketujuh.
Tempat di mana Adam dan Eva menyetubuhkan dua hati melalui ranum khuldi.

No comments:
Post a Comment