Thursday, May 30, 2019

MUMI CINTA /7/



Sri Wintala Achmad
Dari Pertunjukan Dangdut
Pro Eni Sagita

Dangdutmu dangdutku menggugah berahi
Rembulan menggoyangkan pantatnya
Bebintang dalam kemababukan asolole
Sukma membumbung ke langit terpuncak

Seirama tepakan-tepakan ketipung
Kita terbangkan asmara serupa merpati
Menembus lapisan demi lapisan mega
Menuju Eden di mana Adam-Eva memaknai khuldi

Sebelum kokok ayam pertama mengisyaratkan fajar
Tuntaskan geliat kita dalam lenguhan melodi
Hingga saat lampu-lampu dipadamkan
Cinta kembali membuka jalan bagi matahari

Cilacap, 2013

MUMI CINTA /6/

http://ardy-studio.blogspot.com

Sri Wintala Achmad
Dari Pertunjukan Ebek

Bonang menggaung kendang menghentak-hentak
Senggakan renyah di celah-celah tembang pesinden

:"Waru-waru dhoyong, dhoyong neng pinggir kali
Rakyate ketoyong-toyong, sing dhuwur mung padha janji
Numpak jaran, jarane kore. Bapak juragan anake kere!"*

Cambuk dilecutkan gerak penari sebinal kuda liar
Bibir menyunggingkan senyum dari ranggas-ranggas jiwa

Di luar pagar arena, seorang penonton berkata dalam kelu
:"Orang-orang tak ubah langit yang merintikkan gerimis airmata
Meski senyumnya senampak indah bianglala.”

Seusai gema gong terakhir, orang-orang bubaran
Meninggalkan arena sesenyap kuburan

Cilacap, 2013

Catatan:
* “Pohon-pohon waru yang condong, condong di tepi sungai
    Rakyatnya hidup terlunta-lunta, petingginya hanya bisa bikin janji
    Menunggang kuda, kuda kore. Ayahnya juragan, anaknya hidup miskin!”

MUMI CINTA /5/

ttps://singtresnopurwokerto.blogspot.com


Sri Wintala Achmad
Malam Lengger

Tepakan kendang menghentak-hentak
Segairah gamelan bambu
Sesudah kibasan selendang jingga yang
Menyeret hasrat lelaki berjiwa kekupu
Pemuja setangkup bibir mawar

Tubuh berkeringat, rembulan basah
Berahi berbuncah-buncah di arena
Namun sebelum gong terakhir menggema
Lelaki lunglai serupa kobra kehabisan bisa
Di buaian lengger berjiwa ratu medusa

Usai sudah pertunjukan
Orang-orang meninggalkan arena
Demikian pula lelaki yang pulang sempoyongan
Buat mengalpakan perhelatan berahi, dimana
Kelak menjelma anak-anak serigala


Cilacap, 29122011


Wednesday, May 29, 2019

MUMI CINTA /4/

https://steemit.com


Sri Wintala Achmad
Di Studio Lukis Pagi Hari

Menyemprotkan parfum pada mawar kertas
Sesudah semalam melukis rembulan berdarah
Pada kanvas hati yang
Diperkosa ilalang keliarannya sendiri
Hingga menjadikan Fajaral kekupu
Di dalam jerat bianglala yang
Bakal menderaskan ribuan duri
Mengoyak hari melukai mimpi

Yogyakarta-Cilacap, 2016

,MUMI CINTA /3/



Sri Wintala Achmad
Sembahyang Daun

Daun kering
Terhempas angin
Sekadar isyarat
Tanah kembali dihijaukan
Hanya dengan cinta yang
Disempurnakan musim kemarau

Cilacap, 2013


MUMI CINTA /2/

http://id.gofreedownload.net


Sri Wintala Achmad
Sembahyang Rumput

Duka kemarau
Dikemas menjadi doa
Sebening embun
Di setiap mahkota rumput
Yang terbakar matahari

Cilacap, 2013

MUMI CINTA /1/

http://kupang.tribunnews.com

Sri Wintala Achmad
Mumi Cinta

Tak ada yang kaubanggakan lagi
Ketika cinta satu-satunya
Sekadar bualan berbusa para pengingau
Membasahi ranjang persetubuhan berahi

Apa yang kaubanggakan kemudian
Buat memertaruhkan jiwa melawan matahari?
Jika pulang semata menziarahi mumi cinta yang
Kaupuja semasa hidupnya melampaui Tuhan

Cilacap, 2013

Friday, May 24, 2019

MA'RIFAT CINTA/ 21/

https://www.wattpad.com


Sri Wintala Achmad
Perempuan yang Membaca Puisi

Dari ruang paling hati
Perempuan membacakan puisi
Agar menjadi semilir angin yang
Meredam dendam matahari
Menjadi lambaian hijau dedaunan

Di ruang-ruang perjamuan
Perempuan membacakan puisi
Agar menjadi semangkok sop
Dan segelas pop ice yang
Memadamkan jiwa-jiwa terbakar

Dalam ruang paling rahasia
Perempuan membacakan puisi
Agar terpahami isyarat kabut
Oleh beburung yang
Akan pulang ke sarang di balik bukit

Cilacap, 2013

Thursday, May 23, 2019

MA'RIFAT CINTA/20/

https://travel.tempo.co


MEMBACA IMAJI GALUH

Dengan pastel Galuh menggambar taman
Tak ada kupu atau kumbang, selain
Kepompong di reranting kering
Ialah dirinya sendiri yang
Setiap hari rajin berdoa di meja belajar
Hingga waktu mengelenengkan tanda
Di mana musim bunga sudah tiba

Yogyakarta-Cilacap, 2016

Tuesday, May 21, 2019

MA'RIFAT CINTA /19/

http://www.banyuwangibagus.com


Sri Wintala Achmad
Taman Sritanjung dalam Kenangan

Pagi masih menyisakan embun pada rerumputan. Ketika kau hendak meninggalkan taman Sritanjung. Lantaran putus asa, seusai berulang kali gagal mempuisikan ma’rifat cinta dari kekasihmu, yang tertoreh di ujung keris berluk sembilan. Hingga, kau menjadi setolol Sidapaksa. Betapa gagap! Saat kau memaknai energi darah yang mewangikan seluruh air telaga.

Seperti seekor kekupu yang terbang dengan gerakan sayap-sayap lunglai, kau tinggalkan taman Sritanjung. Seusai bunga-bunga yang dimekarkan oleh tangkai cinta hanya menjanjikan wanginya di penghujung mimpi. Tak pernah terasakan lagi, saat kau menghabiskan malam panjang di losmen pinggir jalan. Bersama kekasihmu. Kenangan lama yang telah gagal diabadikan ke dalam puisi.  

Banyuwangi-Cilacap, 07072014

MA'RIFAT CINTA /18/

https://www.jejakpiknik.com


Sri Wintala Achmad
Pantai Kwaru Sore Hari

Menyusuri gang pasir di naungan cemara
Mengingatkanku pada masa muda
Mengejar-ngejar matahari biru yang
Kausembunyikan di balik kabut

Di pantai yang membuncahkan busa-busa
Aku gambar jantung terkoyak di pasir
Sesudah kauselingkuhkan matahari
Pada camar yang tersesat jalan pulang

Menjelang senja, lautku terbakar
Bersama gelombang memijarkan api
Bagimu yang telah mengkhianati langit
Dengan lengkung bianglala

Cilacap, 2013

MA'RIFAT CINTA /17/

https://www.inews.id

Sri Wintala Achmad
Mengenang Cinta Pertama

Lelah aku melacak jejakmu
Pada setiap halaman buku-buku tua
Dari hulu fajar hingga hilir senja
Yang aku susuri dengan sampan renta

Seperti Serayu yang berparas coklat
Waktu terus mengalir tak bersahabat
Sambil melenyapkan jejak kecipakmu
:Ikan emasku yang meloncat dari kepis hati

Berserah aku di tepi Teluk Penyu
Seperti matahari yang harus berpulang
Sesudah gagal menangkap bayangmu
Yang berlindung di balik mantel awan

Cilacap, 25122011