Thursday, May 30, 2019

MUMI CINTA /6/

http://ardy-studio.blogspot.com

Sri Wintala Achmad
Dari Pertunjukan Ebek

Bonang menggaung kendang menghentak-hentak
Senggakan renyah di celah-celah tembang pesinden

:"Waru-waru dhoyong, dhoyong neng pinggir kali
Rakyate ketoyong-toyong, sing dhuwur mung padha janji
Numpak jaran, jarane kore. Bapak juragan anake kere!"*

Cambuk dilecutkan gerak penari sebinal kuda liar
Bibir menyunggingkan senyum dari ranggas-ranggas jiwa

Di luar pagar arena, seorang penonton berkata dalam kelu
:"Orang-orang tak ubah langit yang merintikkan gerimis airmata
Meski senyumnya senampak indah bianglala.”

Seusai gema gong terakhir, orang-orang bubaran
Meninggalkan arena sesenyap kuburan

Cilacap, 2013

Catatan:
* “Pohon-pohon waru yang condong, condong di tepi sungai
    Rakyatnya hidup terlunta-lunta, petingginya hanya bisa bikin janji
    Menunggang kuda, kuda kore. Ayahnya juragan, anaknya hidup miskin!”

No comments:

Post a Comment