| http://ardy-studio.blogspot.com |
Sri Wintala Achmad
Dari Pertunjukan Ebek
Bonang
menggaung kendang menghentak-hentak
Senggakan
renyah di celah-celah tembang pesinden
:"Waru-waru dhoyong, dhoyong neng pinggir kali
Rakyate ketoyong-toyong, sing dhuwur
mung padha janji
Numpak jaran, jarane kore. Bapak juragan
anake kere!"*
Cambuk
dilecutkan gerak penari sebinal kuda liar
Bibir
menyunggingkan senyum dari ranggas-ranggas jiwa
Di
luar pagar arena, seorang penonton berkata dalam kelu
:"Orang-orang
tak ubah langit yang merintikkan gerimis airmata
Meski
senyumnya senampak indah bianglala.”
Seusai
gema gong terakhir, orang-orang bubaran
Meninggalkan
arena sesenyap kuburan
Cilacap, 2013
Catatan:
*
“Pohon-pohon waru yang condong, condong
di tepi sungai
Rakyatnya hidup terlunta-lunta,
petingginya hanya bisa bikin janji
Menunggang kuda, kuda kore.
Ayahnya juragan, anaknya hidup miskin!”
No comments:
Post a Comment