Sunday, March 31, 2019

NARSIS /19/

https://wahyunugraharuslan.files.wordpress.com


Sri Wintala Achmad
Elegi Cinta Putri Pembayun
                           
[1]
Menuruni undakan sendang
Pembayun melepas tali kotang
Tubuh berbalut jarik kawung
Rambut bercunduk bunga bakung

Bersimpuh di dasar sendang
Air berkeriapan setinggi leher jenjang
Usai menutup sembilan lubang angin
Pembayun mengristalkan segala rasa ingin

[2]
Nong-neng-nong-neng-nong-gung
Pembayun menari di prapatan lurung
Tepak kendang batangan menghentak-hentak
Tepuk tangan lelaki sembari bersorak galak

Dari satu kampung ke lain kampung
Tak lelah meniti jalan s’rasa tak berujung
Hingga sampai di desa Mangir
Pembayun berkenan mampir

[3]
Di ranjang kelon sehabis bercinta
Pembayun bisikan rahasia pada Wanabaya
: “Kanda, akulah ledhek dari Kasihan
Putri Mataram si burung pikatan.”

Sambil beranjak, Wanabaya tertawa lepas
Tak ada amarah tak ada rasa was-was
“Pikat hatiku dengan sayap emasmu, Dinda
Meski sangkarmu dijaga seekor kobra.”

[4]
Di hadapan Senapati
Pembayun haturkan sembah bakti
Menyerahkan darma dengan darah cinta
Menciprat di batu gilang seharum wijayakusuma

Matahari layung di ambang senja
Sukma membumbung bak merpati berbulu mega
Dalam hening, Pembayun tengadahkan wajah gulana
: “Tunggulah aku, Kanda! Di gerbang taman surga.”

Sendang Kasihan - Jogja, 2012

No comments:

Post a Comment