![]() |
| https://sumbar.antaranews.com |
Sri
Wintala Achmad
SAJAK SEORANG PENGRAJIN AKIK
Ketika batu diranggas dengan gerenda
terdengar teriakan hingga memekakkan telinga
: “Aku ingin terbebas dalam jati diri yang sederhana.”
Karena sudah berkepala batu, pengrajin akik
terus membentuk batu dengan tangan besi
hingga tak peduli percikan api dan kepulan debu
menyerbu wajahnya. Wajah yang mengingatkan
pada gambar kebengisan Hitler
Batu terus diasah sesudah terbentuk mata cincin
agar tampak semanis paras manekin yang
dipajang di dalam etalase super market
Mata cincin terus dikilaukan dengan serbuk intan
agar secerlang mata Monaliza yang memancarkan
sinar bintang di balik muram kedukaannya
Ketika batu telah sempurna sebagai mata cincin
pada embanan. Pengrajin akik berkata, “Aku yang
membentuk mumi peradaban di dalam peti kristal.”

No comments:
Post a Comment