| Sumber: https://www.mutualart.com |
Sri Wintala Achmad
Ambang Petang
Tak
tercatat lagi dalam puisi
Tentang
sekawanan blekok, pulang
Ke
timur membentuk ujung tombak
Saat
membaca arah angin
Sebagaimana
gema bedug dari serambi surau
Tak
akan terdengar lagu puisi asmaradana yang
Mengajarkan
tentang rahasia bokor emas
Jauh
tertimbun di dasar lapisan waktu
Tak
ada yang dibanggakan dari puisi
Bila
keindahan kata-katanya sekadar benalu
Tumbuh
dengan akar pada pepohonan
Kian
waktu kian sekarat di tepian petang
Cilacap, 2003
No comments:
Post a Comment