![]() |
| Sumber: https://riaurealita.com |
Sri Wintala Achmad
Catatan
Harian Seorang Penyair
Jam
dinding masih mendetakkan jantung waktu
Namun
huruf-huruf yang berloncatan dari buku harian
Belum
kaurangkai menjadi kata-kata dalam puisi
Kaulah
penyair yang suka memboroskan
waktu
Tuk
membebaskan terror jam di kepala,
seusai
Gagal
memaknai huruf-huruf menjadi serangkai bunga
Di
pot porselin di meja ruang tamu
Jam
dinding masih mengisyaratkan malam
belum rabun
Namun
kantuk telah menyeretmu ke ranjang igauan
: “Akulah penyair yang tewas
tertancap jarum jam!”
Cilacap,
26122011

No comments:
Post a Comment