Tuesday, July 31, 2018

PERBURUAN HUTAN KABUT /22/

Sumber: https://www.balchibara.com
Sri Wintala Achmad
NELAYAN TUA UJUNG ALANG

Ialah nelayan renta yang
Bergegas melabuhkan sampan tua
Usai senja menguburkan matahari
Olehmu, ia hanya kenangan manis masa silam
Terlebih ketika bercanda dengan amuk angin
Sebagaimana sepasang remaja yang
Tengah dimabuk cinta
: Selalu berdekapan, seusai 
Gelombang menghempaskan mereka ke pantai

Semasih bulan belum kopi yang
Melarut kental di dasar gelas
Kaulah nelayan renta itu
Berlagak sebagai penyair yang
Menggubah puisi-puisi soal cinta
Kepada kekasih satu-satunya yang
Tersingsal di harum anggur dan asap sigaret
Agar istirah bukan lagi mimpi buruk
: Menyamar sebagai bianglala pagi hari

Cilacap, 2016

No comments:

Post a Comment