![]() |
| Sumber: http://harian.analisadaily.com |
YANG DI BALIK
JENDELA
Lewat
jendela terbuka
Ia
tatap jalan depan rumah
Seperti
jiwanya yang masih bertahan
Dari
bising berkecamuk
Bercampur
debu terbakar matahari
Hingga
karang terbentuk sebagai dinding
Angin
menyibak panjang rambutnya
Menyampaikan
salam kekasih
Atas
derita yang diolah menjadi permata
Atau
kekupu bersayap sutra yang
Diterbangkan
dari lembut jemarinya
Menyongsong
matahari yang akan terbenam
Sebagai
tanda cinta satu-satunya
Ditutupnya
jendela rapat-rapat
Saat
lonceng mengisyaratkan datangnya petang
Tuk mengantarkan penat siang di pembaringan
Atau
membekukan impian ke dalam kulkas
Sebab
esok pagi, kenyataan masih berlintasan
Di
gang di jalan yang sama
Yogyakarta-Cilacap,
2016

No comments:
Post a Comment