Friday, July 27, 2018

PERBURUAN HUTAN KABUT /6/

Sumber: http://harian.analisadaily.com
Sri Wintala Achmad
YANG DI BALIK JENDELA

Lewat jendela terbuka
Ia tatap jalan depan rumah
Seperti jiwanya yang masih bertahan
Dari bising berkecamuk
Bercampur debu terbakar matahari
Hingga karang terbentuk sebagai dinding

Angin menyibak panjang rambutnya
Menyampaikan salam kekasih
Atas derita yang diolah menjadi permata
Atau kekupu bersayap sutra yang
Diterbangkan dari lembut jemarinya
Menyongsong matahari yang akan terbenam
Sebagai tanda cinta satu-satunya

Ditutupnya jendela rapat-rapat
Saat lonceng mengisyaratkan datangnya petang
Tuk mengantarkan penat siang di pembaringan
Atau membekukan impian  ke dalam kulkas
Sebab esok pagi, kenyataan  masih berlintasan
Di gang di jalan yang sama

Yogyakarta-Cilacap, 2016

No comments:

Post a Comment