![]() |
| Sumber: https://juallukisanonlineterlengkap.wordpress.com |
Sri
Wintala Achmad
Pelajaran pada Ikan-Ikan di Hari Sabat
Di
naungan ranum matahari, telaga berkeriapan biru muda. Surga bagi ikan-ikan yang
ingin mengecipakkan kemanjaan di hari sabat. Seusai sepekan hanya menghabiskan
waktu untuk berebut lumut segar dengan sesama ikan, dan sesekali belajar
menjadi kanibal. Memangsa ikan-ikan lebih kecil yang dipersiapkan Tuhan sebagai
santapan ikan-ikan besar. Monster-monster yang setiap hari pekerjaannya hanya
menjawab satu pertanyaan: “Esok hari makan siapa?”
Yang
memanjakan diri di hari sabat adalah ikan-ikan. Mereka yang berenangan kesana
kemari hanya berpikir, “Kawan hari ini adalah musuh hari esok.” Mereka mirip
manusia-manusia ninja yang bergurau di meja perjamuan, namun menyimpan cakram
bintang di balik jubah gelapnya. “Demikianlah kesamaan ikan-ikan dan
manusia-manusia ninja!” kata kawanku. “Keduanya bisa culun, namun bisa berang
melampaui harimau lapar.”
Di
tepi telaga, aku tiba-tiba berencana. Menikamkan pisau lipat di punggung
kawanku. Biar ikan-ikan tahu, sesungguhnya hari sabat adalah waktu tepat untuk
membunuh kawan. “Karenanya, ia akan aku bunuh!” bisikku pada ikan-ikan yang
masih mengecipakkan kemanjaan. “Agar ia masuk surga yang pintunya lupa dikunci Tuhan.”
Ikan-ikan terperangah sebelum menyerupai harimau-harimau lapar yang berebut
bangkai rusa. Telaga berkeripan merah bara.
Cilacap, 2013-2018

No comments:
Post a Comment