![]() |
| Sumber: https://fr.aliexpress.com |
STASIUN TUGU YOGYA
/1/
Lonceng
mengelenengkan isyarat
Kereta
bakal berangkat, namun
Achmad
tak bergegas kemas
Melunasi
janji Kekasihnya di batas kota
Selain
menulis puisi yang belum selesai
Di
ruang tunggu segigil rembulan
/2/
Kereta
datang pergi, namun
Belum ada yang Achmad pahami
Tentang
rahasia ruang penantian
Selain
mimpi yang terbusauapkan
Serta
bukan langkah jarum yang
Digerakkan
jam-jam tergantung
Sebagaimana
penyair itu yang
Menghangatkan
beku jiwa
Dengan
secangkir puisi
/3/
Di
ruang paling sudut
Saat
paras rembulan tergores awan
Achmad
menunggu, bukan
Kepada
Shofia, Enes, atau Emilia
Melainkan
Kekasihnya jauh di kota kabut
Yang
niscaya tiba menjemputnya
Bersama
kereta terakhir
Ke
suatu negeri baru, di mana
Cinta
bakal tumbuh abadi
/4/
Achmad
menggambar kereta
Dengan
Tuhan sebagai masinisnya
Menuju
stasiun terakhir, di mana
Tak
ada jam atau ruang tunggu
Jauh
di balik bukit kabut
Yogyakarta 2016

No comments:
Post a Comment