Sri Wintala Achmad
LELAKI
BUKIT
Angin
mengasuh lelaki
Sejak
lahir dari rahim rembulan yang
Diperkosa
cemara pada misim dingin
Lelaki
menyusuri jalan
Tanpa
ujung tanpa kekasih yang
Gemar
menunggu di beranda
Merentangkan
tangan serupa pelabuan
Pada perahu purba
Ambang petang, kabut turun di jalan
Dari
puncak bukit di mana lelaki berasal
Hingga
kembali terbenam di genangan rahasia
Cilacap,
2013

No comments:
Post a Comment