Sri Wintala
Achmad
MATINYA LELAKI
PEMUJA CINTA
Sesabit bulan
sesabit cinta
Memenggal
kepalamu berdarah-darah
Sesudah
kekasihmu meloakkan tubuhnya
Di pasar-pasar berahi
Tanpa kepala,
kau tersungkur di tepi jalan
Mati sebagai pemuja
cinta yang
Menggairahkan
seperti lipstik merah mawar
Di setangkup
bibir pramuria
Sesampai fajar,
kau yang akan dikuburkan
Tercatat di buku
sejarah orang tolol yang
Selalu berpikir
dengan hati, bukan
Dengan benak di kepala
Cilacap, 2016

No comments:
Post a Comment