Monday, August 13, 2018

MATINYA LELAKI PEMUJA CINTA /4/

Sumber: https://nessyoctavia.files.wordpress.com


Sri Wintala Achmad
DIALOG DUA PESERTA REUNI

“Ingatkah kau berapa jumlah bangku dan kursi di ruang kelas?” tanyamu saat acara reuni di ambang pergantian tahun itu.

“Bukan jumlah bangku dan kursi. Namun, seorang guru yang mengenalkan luas dunia hanya dengan papan dua meter pesegi.”

“Ingatkah kau seorang guru berperut gendut?” tanyamu saat makan siang seusai tampil di panggung sebagai badut.

“Bukan perutnya yang gendut. Namun, kepala kecilnya yang menyerupai globe ajaib. Bisa tunduk, tengadah. Bepaling ke kanan ke kiri.”

“Ingatkah kau perpustakaan sekolah yang sempit dan berdebu?” tanyamu sambil mengusap peluh di wajah seusai melahap dua piring nasi.

“Bukan perpustakaan. Namun, buku kisah Cheng-ho. Pelaut mandul yang bernyali mengarungi samudra dengan perahu purbanya.”

“Masih ingatkah kau tentang buku sejarah yang harus dihafal luar kepala?” tanyamu saat acara reuni bubaran.

“Bukan buku. Namun, sejarahnya. Guru yang mengajarkan masa silam. Hingga masa kini: fajar yang mengantarkan matari ke singgasana senja.”

Cilacap, 2017-2018

No comments:

Post a Comment