![]() |
| Sumber: https://nessyoctavia.files.wordpress.com |
Sri Wintala Achmad
DIALOG
DUA PESERTA REUNI
“Ingatkah kau berapa
jumlah bangku dan kursi di ruang kelas?” tanyamu saat acara reuni di ambang
pergantian tahun itu.
“Bukan jumlah bangku
dan kursi. Namun, seorang guru yang mengenalkan luas dunia hanya dengan papan dua
meter pesegi.”
“Ingatkah kau seorang
guru berperut gendut?” tanyamu saat makan siang seusai tampil di panggung
sebagai badut.
“Bukan perutnya yang
gendut. Namun, kepala kecilnya yang menyerupai globe ajaib. Bisa tunduk, tengadah.
Bepaling ke kanan ke kiri.”
“Ingatkah kau
perpustakaan sekolah yang sempit dan berdebu?” tanyamu sambil mengusap peluh di
wajah seusai melahap dua piring nasi.
“Bukan perpustakaan. Namun,
buku kisah Cheng-ho. Pelaut mandul yang bernyali mengarungi samudra dengan perahu
purbanya.”
“Masih ingatkah kau
tentang buku sejarah yang harus dihafal luar kepala?” tanyamu saat acara reuni
bubaran.
“Bukan buku. Namun, sejarahnya.
Guru yang mengajarkan masa silam. Hingga masa kini: fajar yang mengantarkan matari
ke singgasana senja.”
Cilacap, 2017-2018

No comments:
Post a Comment