![]() |
| http://willyediyanto.gurusiana.id |
Sri Wintala Achmad
TERAS
RUMAH SUATU PAGI
Ketika kaubuka
pintu, matahari masih tamu kemarin. Angin yang melintas tak membawa kabar dari
laut, kabar dari gunung. Ia serupa tukang loper yang berlalu kencang di jalan
depan rumah. Tanpa berpaling. Tanpa melempar koran ke teras.
Pagi serupa
halaman koran lama yang berulangkali dibaca. Sambil mereguk kopi tanpa gula,
tak kaurasakan aroma sigaret. Betapa hambar. Serupa teras rumah yang tak
berhiaskan jambangan untuk tanaman bunga tujuh rupa.
Lantas, kenapa
kaumenangis tanpa air mata? Sungguh kosong tatapan matamu. Pada bentang langit
timur yang ditinggalkan matahari. Pada pohon ketapang di kebun yang
menggugurkan daun-daun keringnya. Diranggas musim kemarau.
Cilacap,
20062016

No comments:
Post a Comment