Wednesday, March 20, 2019

MATINYA LELAKI PEMUJA CINTA/29/

http://blog.davestpay.com


Sri Wintala Achmad
PAGI DI TEPI PELABUHAN

Laut tidak sedang bertenaga pagi ini. Serupa lelaki bongkok yang semalam tak kuasa menggedeburkan gelombang berahi ke batas pantai. Hingga isterinya yang masih pelabuhan terbuka bagi kapal terbesar hanya menghabiskan sisa malam dengan selimut kabut.

Matahari di timur masih semerah saga kemarin, tapi tak sanggup membakar bekuan karang. Kapal-kapal masih seperkasa dulu, tapi tak sanggup membelah lautan. “Hah!” Lelaki bongkok menghentakkan napas. Teringat sewaktu muda, melempar sauh di depan isterinya hanya dengan satu tangan.

Lesu angin, satu-satunya harapan yang tersisa dari lelaki bongkok. Barangkali di ambang senja nanti, kapal tua kembali dapat diderukan mesinnya. Buat mengarungi lautan bersama isterinya.

Cilacap, 07-16 [112013]

No comments:

Post a Comment