![]() |
| http://blog.davestpay.com |
Sri Wintala Achmad
PAGI
DI TEPI PELABUHAN
Laut tidak sedang
bertenaga pagi ini. Serupa lelaki bongkok yang semalam tak kuasa menggedeburkan
gelombang berahi ke batas pantai. Hingga isterinya yang masih pelabuhan terbuka
bagi kapal terbesar hanya menghabiskan sisa malam dengan selimut kabut.
Matahari di
timur masih semerah saga kemarin, tapi tak sanggup membakar bekuan karang.
Kapal-kapal masih seperkasa dulu, tapi tak sanggup membelah lautan. “Hah!” Lelaki
bongkok menghentakkan napas. Teringat sewaktu muda, melempar sauh di depan isterinya
hanya dengan satu tangan.
Lesu angin,
satu-satunya harapan yang tersisa dari lelaki bongkok. Barangkali di ambang
senja nanti, kapal tua kembali dapat diderukan mesinnya. Buat mengarungi lautan
bersama isterinya.
Cilacap, 07-16 [112013]

No comments:
Post a Comment