Wednesday, March 20, 2019

MATINYA LELAKI PEMUJA CINTA /30/

https://klipingsastra.com


Sri Wintala Achmad
MALAM SEBELUM TIDUR

“Dzikir siapa berceceran di atas sajadah, hingga semut-semut mengerumuni karena manisnya?” tanya seorang bocah pada ayahnya.
“Dzikir ibumu. Sesudah sesiang ia serupa lebah yang memaknai nektar persembahan bunga-bunga sebagai madu. Kasih yang dimatangkan ke dalam hakikat cinta.”

“Doa siapa yang menyala di ruang tamu, hingga laron-laron mengerubungi karena terangnya?” tanya bocah itu lagi pada ayahnya.
“Doa ibumu. Sesudah sesiang ia serupa telaga yang memantulkan cahaya matahari ke dasarnya. Jalan terang bagi anak-anak dari negeri kegelapan.”

“Puisi siapa yang dibacakan sebelum tidur, hingga aku terbuai serupa anak kera di bawah tetek induknya?” tanya terakhir bocah itu pada ayahnya.
“Puisi ibumu. Sesudah sesiang ia serupa angin yang mengubah bara matahari menjadi hijau lautan. Dari sanalah, kau akan tahu dimana letak surga.”

Cilacap, 30092013

No comments:

Post a Comment