![]() |
| https://abanadila.files.wordpress.com |
Sri Wintala Achmad
Rapsodi Mataram
/1/
Telah
terkristalkan cinta, sebagai
Batu
gilang yang tak retak
Oleh
badai waktu
Lantaran
cinta yang terberkati langit dan bumi
Seorang
lelaki berjiwa matahari
Mengubah
pekat Mentaok menjadi cahaya Mataram
Di
alun-alun depan istana
Cinta
menjelma sepasang beringin
:
Rumah anak-anak negeri yang selalu rindu naungan
Bagai
sekawanan burung berbulu putih
Matahari
telah jauh terbenam
Namun
cinta yang ditinggalkan
Menjadi
selimut kenangan di musim dingin
/2/
Lapisan-lapisan
waktu yang
Selayak
timbunan tanah di pemakaman
Tak
pernah membinasakan cinta
Bahkan
akarnya kian kokoh
Pohon
dan daunnya merindang hijau
Cinta
adalah keabadian Wisnu
Mengalir
dari jiwa Rama ke jiwa Krishna
Mengalir
dari jiwa Senopati ke jiwa Mangkubumi
Mengalir
dari jiwa Merapi ke jiwa Laut Selatan
Mengalir
sepanjang nadi Code
/3/
Di
pagelaran, seorang lelaki pilihan
Duduk
bersila bagai padma
Sepasang
matanya menatap puncak Tugu
Hingga
terpahami asap Merapi
Sebagai
putih doa anak-anak negeri
Atas
Yogyakarta yang dibangun
Dengan
lumuran darah cinta
Lantas,
siapakah perempuan yang datang
Mengendarai
angin beraroma kasturi
Suaranya
mengingatkan sekisah cinta
Di
cepuri Parangkusuma, dimana
Gedeburnya
masih menggema
Jauh
ke relung hati anak-anak negeri yang
Selalu
menziarahinya siang malam
Dengan
harum bunga dan asap dupa
/4/
Manakala
matahari bertakhta di istana siang
Lelaki
pilihan beranjak dari pagelaran
Melangkah
turun ke tamansari
Air
matanya menetes ke kolam
Sebagai
salam pada ikan-ikan yang
Bakal
mengkilaukan sisik-sisik cinta
Bagi
setangkai teratai putih
Yogyakarta-Cilacap,
2012

No comments:
Post a Comment